Jumat, 20 Februari 2009

The Battle between Vampires

The beginning

Hari - hari yang biasa di Youkai Gakuen. Tsukune jalan - jalan berdua sama Moka. Seperti biasa, Moka "sarapan" darah segar tsukune tanpa seizin tsukune. Tapi, Tsukune mulai terbiasa. Hari - hari Moka pun dihiasi berbagai macam peristiwa seperti perebutan Tsukune dengan Kurumu. saat pulang sekolah pun begitu. "Tsukune, minta darahmu, ya" kata Moka sambil berharap."ya... apa boleh buat." Kata Tsukune. "selamat Makan" kata Moka. Kapuchu!!! "memang, darah Tsukune adalah darah terbaik yang pernah kuhisap." Namun, tiba- tiba seseorang mendorong Moka lalu melihat darah yang tersisa di leher Tsukune. "hhmmm.... darah yang segar. Ini harus menjadi makananku." kata orang itu."Hee~ gak boleh. Tsukune itu milikku. Lagian, siapa kamu?" "izinkan aku memperkenalkan diri. Kaname Kuran. Seorang vampire." "HAH??? vampire??? walaupun begitu, kamu gak boleh menghisap darah tsukne ku." "Oh... begitu. Kalau begitu, aku harus menghabisimu." Kata Kuran. Dengan cepat, Kuran menendang Moka hingga jatuh terkapar. "MOKA-SAN!!!!" kata Tsukune sambil berlari menuju Moka. "Aku gak apa - apa kok Tsukune." Sambil membantu Moka berdiri, tiba- tiba Kuran berdiri disamping Tsukune & menendang Moka. Berkat Kuran, rosario yang trdapat di leher Moka terlepas & sekejap langit menjadi merah, muncul bulan purnama. "Hah?? Ada apa ini?" tanya Kuran sambil terheran - heran. Kuran kaget ketika dia melihat Moka yang berbeda dengan yang tadi. Rambut perak, dada yang besar, mata vampire berwarna merah."Jadi, kamu mau mengambil sumber makananku? hadapi aku dulu." kata Moka. "heh... terserah kau. Akan kuhabisi dalam 10 detik." ujar Kuran penuh percaya diri. "Maju!" kata Moka. dengan sigap Kuran pun maju lalu menendang Moka. Hanya saja kali ini Moka dapat menangkap kaki Kuran lalu melemparnya."hah?? hanya segitu???" ujar Moka. "heh... tangguh juga kau." kata Kuran sambil berlari menuju Moka. tendangan & tinjuan bertubi - tubi namun Moka dapat menghindarinya dengan mudah. "hoo~ tangguh juga kau. Belum pernah aku menemukan lawan setangguh kamu." Kata Moka. Moka pun melancarkan tendangan ke Kuran. Keduanya pun bertarung sangat sengit. keduanya pun bertarung di udara. serangan demi serangan terus dilancarkan. Hingga akhirnya Kuran terhempas ke tanah dan disambut oleh kaki Moka yang siap melancarkan serangan terakhir.

The Winner is...


"hah... trnyata, sebagai wanita kau cukup tangguh juga." Kata Kuran sambil berdiri."oh, begitu??? padahal aku belum mengeluarkan 10% kekuatanku.Tapi, terus terang aku cukup terhibur dengan pertarungan tadi." Kata Moka sambil melihat bulan purnama merah. "gimana. mau bertarung lagi kapan - kapan?" ujar Kuran sambil membersihkan bajunya. "oke. akan kulayani kau kapan saja." kata Moka penuh keyakinan. Kuran pun pergi seiring menebalnya kabut. Setelah rosarionya terpasang kembali, Moka pun jatuh pingsan di pelukan Tsukune. "Tsukune..." "ya... Moka- san. ada apa???"Kata Tsukune."gara - gara pertarungan tadi, aku jadi haus. Aku minta darahmu, ya." Kata Moka lemas namun penuh denganharapan."HAH??? LAGI???" "Selamat makan." Kapuchu!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar