Malam itu hujan deras. Rin sedang duduk termenung menatapi langit hitam yang berhiaskan hujan. Tampak wajahnya menyimpan kesedihan. lalu tiba-tiba dari blakang, ia dipeluk Miku.
"ada apa, rin-chan?" tanya Miku pelan. "ah tidak kok, miku-nee. Aku... hanya sedang memikirkan sesuatu." jawabnya pelan. "hmmm... crita lah." kata Miku sambil menenangkan Rin.
"begini. aku bingung. Len sudah beberapa minggu ini gak ada kabar. aku kan khawatir." katanya sambil menghela napas. "hmm... tenang aja. kalian kan bisa BBM an, twitter an, YM an, dll. tenang aja. dia bakal baik-baik aja kok." jawab Miku. "iya tapi... dia jarang ngasih kabar." jawab Rin sambil menunduk. "tenang aja, sayang. semua bakal baik-baik aja kok." jawab miku tersenyum. "ngg... baiklah." balas Rin. wajahnya pun kembali tersenyum walau cuma sedikit. Miku tiba-tiba memeluk Rin erat dari blakang sambil berkata, "nee-chan cinta kamu, rin sayang." "aku juga cinta nee-chan." lalu Rin berbalik dan mencium bibir Miku. Miku yang kaget pun hanya bisa pasrah menerima ciuman Rin. "Aku akan slalu brada disisi nee-chan. aku gak akan meninggalkan nee-chan." kata Rin sambil memegang kedua pipi Miku. "Iya, sayang. nee-chan gak akan meninggalkan kamu kok. kita kan satu hati satu cinta." kata Miku.
Miku pun mencium bibir Rin. mereka berciuman layaknya pasangan yang belum pernah ciuman. di bawah bulan purnama yang dihiasi hujan, mereka mengadu asmara.